Posted by bang aran under
IBROH | Tags:
Mimpi Mati |
1 Comment
Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun
Segala sesuatu baik yang bernyawa atau yang tak bernyawa satu hari nanti bila saatnya tiba akan kembali kepada Pemiliknya sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan-Nya tidak lebih dan tidak kurang. Dialah Allah Subhanahu Wataala pemilik jagat raya dan seluruh isinya.
Hari ini Jumat, 13 April 2007 kira-kira jam delapan pagi aku meneruskan tidur pagiku karena semalaman aku tidur tidak terlalu nyenyak sehingga kantuk yang sangat berat memaksaku untuk meneruskan tidurku, sebab jika aku tidak memaksakan diri untuk tidur aku khawatir ketika sholat Jumat kantuk menyerangku ketika mendengarkan khutbah Jumat.
Pukul 10:30 aku terbangun dari tidurku disebabkan oleh mimpi yang belum pernah aku alami sebelumnya. Memang kata orang mimpi disiang bolong hanya sekedar bumbu tidur yang tidak usah terlalu dihiraukan, lain dengan jika kita mimpi dimalam hari. Tapi aku merasa mimpiku disiang bolong itu benar-benar merupakan peringatan agar aku mempersiapkan diri untuk mengahadapi kematian yang kapanpun bisa saja datang dengan tiba-tiba.
Dalam mimpiku dipagi itu, aku seakan hidup dalam dunia kerajaan (tapi bukan kerajaan manusia melainkan kerajaan Tuhan) yang jika rakyatnya bersalah akan mendapatkan hukuman mati. Yang aku saksikan saat itu sudah enam orang mati terbunuh. Akhirnya suatu hari entah aku berbuat salah apa tibalah giliran hukuman itu menimpaku.
Tata cara eksekusinya pun sangat berbeda dengan kebanyakan yang aku ketahui didunia nyata (bukan alam mimpi). Dalam mimpi tersebut setiap kali eksekusi harus ada tiga eksekutor. Dalam kerajaan tersebut terdapat tiga ekor binatang. Dua burung gagak berbisa dan satu ekor binatang lain sejenis yang juga berbisa. Ketiga binatang inilah yang akan mengeksekusi orang bersalah, termasuk aku saat itu.
Dalam waktu yang tidak begitu lama aku sudah dieksekusi, satu dari dua burung gagak telah mematuk lengan kananku, dan dua binatang lain mematuk dua orang lain yang tidak aku kenal.
Setelah ketiga binatang tersebut mematuk setiap eksekutor, berarti setiap eksekutor sudah terkena bisa burung yang mematikan sehingga tak dapat dielakkan lagi hari itu akan mengalami kematian yang tragis. Jarak kematian setelah terpatuk burung tersebut tidak begitu tiba-tiba sehingga masih ada kesempatan hidup yang sangat singkat.
Pada waktu yang singkat inilah aku berusaha dengan sekuat tenaga mempersiapkan kematian yang akan segera datang. Aku bersegera mengambil al-Quran dan berniat menghatamkan satu diantara 30 juz al-Quran, namun belum sempat membaca al-Quran aku teringat dengan hutang-hutang yang masih bertebaran di beberapa teman, akhirnya aku tidak sempat menghatamkan al-Quran walau hanya satu juz.
Kemudian aku berpesan kepada teman yang mendampingiku yang aku percaya untuk menelpon kepada keluarga di Indonesia untuk menyampaikan semua hutang-hutangku yang tercatat rapi dalam buku daftar hutang piutang untuk melunasinya. Lagi-lagi semua tak tersampaikan. Saat itu aku sangat linglung dan bingung menandakan belum ada kesiapan sama sekali untuk menghadapi kematian yang dalam mimpiku tersebut sudah tinggal menunggu detik-detik kematian yang tidak lama lagi.
Dalam mimpiku tersebut, tidak lama lagi sholat dluhur akan datang. Akhirnya dengan penuh penyerahan diri dan permohonan pada Allah aku berdoa dan memohon kepada Allah agar diberi kesempatan untuk sholat dluhur sebelum ajal menjemputku.
Belum lagi aku sempat melaksanakan sholat dluhur yang terakhir kali dalam kehidupanku dalam mimpi tersebut aku sudah terbangun dari tidurku dalam keadaan yang sangat ketakutaan dan seakan tak percaya dengan mimpi disiang bolong hari itu.
Setelah mengalami mimpi itu aku tertegun dan berfikir, betapa ketakutannya orang yang mendapatkan vonis akan mati sekian tahun lagi, sekian bulan lagi, yang terkadang terjadi kepada beberapa pasien penyakit tertentu.
Juga bagaimana dengan orang-orang yang mati dengan tanpa diberi peringatan terlebih dahulu. bagaimana kesiapan mereka, bagaimana dan bagaimana???
Siapkan diri, perbaharui diri, perbaharui tingkat spiritual, dekatkan diri pada Yang Kuasa, jauhi semua maksiat, sebelum kematian menjemput dengan tiba-tiba.
Ya Allah, hamba bersimpuh memohon dan mengharapkan belas kasih-Mu.
maafkanlah segala salah hamba, ampunilah segala dosa hamba.
Yaa Allah, jadikanlah kalimat LAA ILAHA ILLALLAH kalimat terakhir yang aku ucapkan diakhir kehidupanku. amin Allahumma amin.
@@@
story by true dream.
cairo,Jumat,13,april,2007
ahmad al-akhran