PESAN DAN NASEHAT UNTUK ALUMNI GONTOR TAHUN 1996
Santri-santriku!
* Sejak mula dan selamanya ajaran TAUHID ISLAM itu ekstrim.
* Demi ISLAM ananda harus siap masuk penjara maupun istana.
* Hak dan bathil tetap akan berperang!
* Pemahaman terhadap ajaran ISLAM boleh bertingkat-tingkat, tapi pengamalannya tidak pandang bulu.
* Pengingkaran atas salah satu ayat Al-Qur’an berarti pengingkaran atas semua ayat.
* Kebiasaan manusia yang kalah itu meniru pihak yang menang, tapi banyak yang salah tiru.
* Jangan disibukkan oleh sarana (وسيلة) hingga lupa akan tujuan (غاية) .
* Jangan “monopoli” surga.
* و ما أصابكم من مصيبة فبما كسبت أيديكم و يعفوا عن كثير
Gontor, 02 Sya’ban 1416
23 Desember 1995
*********
PESAN DAN NASEHAT UNTUK ALUMNI GONTOR TAHUN 2001
Santri-santriku!
* Menyantrikan intelek dan mengintelekkan santri….harus tahu apa yang harus dan yang seharusnya dikerjakan maupun yang ditinggalkan.
* Ananda dilahirkan di dunia bukan hanya untuk menambah jatah konsumsi tapi untuk memakmurkan kehidupan dengan budi jasamu lillaah!
* Banyak orang yang berkhusnudhdhon kepada syetan dan bersu’udhdhon kepada Allah, terbalik kan?
* Kepicikan jualah yang menjadi penyebab kesombongan manusia, apalagi menyangkut “harga diri”.
* Kebenaran tidak bisa divoting (pemungutan suara), demokrasi, pengerahan opini dsb… Hati-hatilah!
* Nabi tak akan turun lagi. Maka yang bergaya Nabi, pasti palsu, ananda jangan jadi mas’alah apalagi dengan jadi Nabi Baru. Na’udzubillaah.
3 Oktober 2001
*********
PESAN DAN NASEHAT UNTUK ALUMNI GONTOR TAHUN 1420 H
Ananda adalah ananda,
bukan pakaian ananda
bukan jabatan ananda
bukan harta ananda
bukan sanjungan/cercaan terhadap ananda
Ananda adalah ananda
bukan keluarga, marga, golongan ananda
Ananda adalah ananda
amal sholeh ananda
akhlaq mulia ananda
pahala! jasa ananda
kepribadian IMAN, ISLAM, IHSAN ananda
Ananda adalah ananda
dalam menghadapi kawan/lawan, tantangan/dukungan ananda…
Jatah hidup berapa lama
Tanamlah amal di mana berada
Jangan dikuasai kondisi dan suasana
Pandai-pandailah menguasainya
Untuk yang berguna…
Ciptakan dan kuasailah ia…
Atau merintis…
Atau berhijrah…
Atau tergilas olehnya…
Islam tak mengenal Orde Lama,
Orde Baru,
Orde Reformasi,
Orde Sementara
Tapi Orde Iman Amal Jasa
Anti aniaya dosa…
Anti angkara murka…
Selamanya…
13 November 1999
*********
PESAN DAN NASEHAT UNTUK ALUMNI GONTOR TAHUN 2004
* Waspadalah, Ma’aahid Dliror muncul untuk menggerogoti Ma’aahid ‘ala-t-taqwa.
* Hanya pemenang jihad Allah jualah yang berhasil mengungguli, mengalahkan musuh-musuh…syarat menguasai hawa nafsu sendiri belum punya…belum kuat, mana mungkin berjihad ashghor….
* Tahun ini Tahun pemilihan…Kualitas Pemimpin adalah kualitas pemilih. Ini dalam alam demokrasi sekulair. Penguasaan masa depan bukan milik/monopoli suatu bangsa. Orang kafir juga berhak dan/ sebagaimana ummat Islam kita berposisi tak berdaya; Perhatikan!
* Rumusan-rumusan didiplin ilmu kehidupan semua boleh berubah kecuali “fithrah’, itu urusan Allah, sunnatullah Hak Allah SWT. Yang lalu tetap masa lalu tidak harus jadi patokan kecuali bila sejalan dengan “fithroh”.
* Antum dididik, diajar, dilatih membina generasi.
* Kebenaran, kejujuran, pasti menang dan beruntung; bisa segera, bisa ditunda.
* Imbalannya dari Allah SWT dan sejarah kemanusiaan.
* Peloporilah proses menumpui keadaan yang lebih baik dan maju. Jangan memperpanjang ketidakmenentuan, menghambat dan memperlambat apalagi menjadi penyakit.
* Prosentase “tahu, mau,mampu, dan sanggup” mengemban amanat dengan segala resikonya itulah yang menentukan apa, siapa dan ke mana antum.
27 Rajab 1425
12 September 2004
*********
PESAN DAN NASEHAT UNTUK ALUMNI GONTOR TAHUN 2000
Santri-santriku!
* Sulitnya zaman ini bila agama menjadi budaya dan budaya menjadi agama…Seharusnya agama adalah sumber…sumber peradaban dan kebudayaan…
* Kekholifahan manusia selalu diuji sepanjang masa. Di sanalah manusia dimuliakan…
* Kekosongan dalam kehidupan Islamy harus diisi! Kalau tidak syetan-syetan jua yang mengisi, dan manusia menjadi budak-budaknya. Na’udzubillaah!
* Beruntunglah yang selalu waspada dan sadar akan kesucian jiwa dari ulat-ulat yang mengotorinya.
* Jangan lengah! Konspirasi internasional mengurung dan memojokkan ummat Islam sekaligus ajarannya…
* Itulah Pekerjaan Rumah (PR) kita dan di situlah kita mendapatkan penilaian dari Sang Pencipta Allah SWT.
* Jadilah hiasan, hiburan dan harapan bagi ketinggian derajat dan risalah ummat.
* Binalah dirimu dalam segala aspek agar bisa berdiri tegak dan tetap tegar…
* Masa depan pasti milik Islam dan Ummat Islam. Kita hanya berkewajiban untuk berupaya dan berusaha…berdoa.
* Semoga Allah SWT segera membuka jalan terbaik bagi kita semua demi ‘Izzu-l-Islam wa-l-muslimin.
* Selamat berjuang. Jangan lupa do’a mendo’akan!
21 Oktober 2000
*********
PESAN DAN NASEHAT UNTUK ALUMNI GONTOR TAHUN 1999
Santri-santriku!
* Manusia dianggap hidup sempurna bila “fithroh” kemanusiaannya sempurna. Dan itulah jaminan dan andalan perjuangan. Di zaman ini kita saksikan “binatang-binatang yang terhormat”.
* Di tengah-tengah kemusyrikan tidak perlu ikut-ikut musyrik dulu untuk berda’wah (sekulair = musyrik)
* Keunggulan seseorang terhadap orang lain bukan jaminan untuk bebas dari kepicikan terhadap dirinya sendiri.
* Dalam Islam, kebenaran dan kebaikan tidak ditentukan oleh mayoritas, apalagi minoritas. Renungkanlah!
* Penindasan mayoritas terhadap minoritas ataupun sebaliknya adalah kedholiman. Berhati-hatilah terhadap kebodohan yang menjadi objek kebohongan. Waspadalah!
* Orang yang menasehati mungkin tidak lebih baik dari nasehatnya, tapi bukan alasan untuk menolak nasehatnya.
Santri-santriku!
* Kesementaraan dalam pandangan dan sikap melahirkan dan mewariskan ketidakpastian bagi generasi penerus. Baca Al-Qur’an :
ضرب الله مثلا….الخ
و مثل كلمة خبيثة…الخ
Gontor, 19 November 1998
*********
PESAN DAN NASEHAT UNTUK ALUMNI GONTOR TAHUN 1997
* Manusia banyak yang terjebak terlibat dalam mengejar dan dikejar kepentingan. Maukah ananda ketularan?
* Banyak tarik-menarik kepentingan dalam peringatan 70 tahun Pondok Modern Gontor.
* Jangan lupa Allah! Lupa diri, mabuk gila.
* Hidup ananda bukan untuk melayani lingkungan. Jadilah orang yang baik dalam sikon dan lingkungan apapun.
* Umur ananda pendek. Perluas arti makna “ibadah” dan laksanakan meskipun tanpa diajak maupun mengajak.
* Kemampuan masing-masing orang berbeda-beda. Itu ujian!
* Berjalanlah di waktu harus lambat, cepat di waktu harus cepat. Itulah cara paling tepat.
* Jangan mengandalkan toleransi orang lain dalam kehidupan ananda. Itu watak KERE!
* Santri-santriku!
Tidak usah cari-cari Al-Qur’an jilid dua!
Tiga puluh juz itu sudah cukup ananda telusuri nilai-nilai hidayahnya!
* Generasi ini diuji untuk lebih berprestasi lahir bathin di atas generasi yang lampau. Kalau tidak berhasil, mendingan ananda tak usah lahir dan kami tak usah mati.
* Jadi mu’adzdzin jangan lebih dari dua puluh lima tahun, nanti tukang bedug nggak turun dari jabatannya lho! Camkan!
Sabtu, 3 Januari 1997


